Maple Leaves - Change from HTML Code

This is Description, Write it from HTML Code

Obat Perangsang, Jadi Modus Baru Pemerkosaan

MENURUT Ketua Women Cricis Center (WCC) Palembang, Yeni Roslaini Izi, mencampur makanan atau minuman dengan Obat Perangsang dalam bentuk apa pun menjadi tindakan kriminal terhadap perempuan. Namun, hal ini sulit dibuktikan apalagi untuk dibawa ke pengadilan karena sang korban yang dalam kondisi sadar.

“Perempuan yang terangsang secara ilmiah cenderung lebih aktif, ia dalam kondisi sadar memulai sebuah tindakan seksual. Dan ini jadi kekuatan untuk melemahkan perempuan dibawa ke pengadilan. Pelaku dapat berkelit bila perempuan itu sadar, karena aktif memulai tindakan seksual maka dituding suka sama suka,” katanya saat dihubungi Sripo melalui sambungan telepon, Sabtu (10/8/2013).

Dijelaskan Yeni, perempuan yang terpancing libidonya menjadi hiper aktif saat membicarakan hal-hal berbau seksual. Bahkan cenderung memulai tindakan seksual, itu bukan masalah besar bila lawan bicara atau teman hubungannya adalah lawan jenis yang sah dalam sebuah pernikahan. Kehadiran Obat Perangsang Cair tanpa rasa, bau dan warna membahayakan perempuan yang kerap jadi objek. Obat perangsang seperti itu seakan menjadi pembenaran pelaku dan membalikkan keadaan bahwasanya perempuan lah yang memulai aksi.

“Seringkali perempuan yang disalahkan, ‘perempuan yang buka baju duluan, perempuan yang mengajak berhubungan intim duluan’. Padahal sebenarnya ia tidak ingin, tapi karena ada obat-obatan yang memicunya seperti itu,” ujarnya.

Bagi Yeni tindakan berhubungan seksual dengan salah satu pihak yang tidak mengetahui atau tanpa sadar adalah tindakan kriminal. WCC, kata Yeni, belum menangani kasus kekerasan terhadap perempuan yang disebabkan oleh obat perangsang, hanya saja banyak korban yang melapor karena diperkosa tanpa sadar sesaat setelah menenggak minuman atau makanan bercampur Obat Bius.

“Pernah ada yang hilang kesadaran setelah minum atau makan sesuatu tapi setelah bangun sudah tanpa busana di kamar hotel. Nah yang seperti itu mudah dijerat hukum, tapi kalau obat perangsang agak sulit meski korban mengkonsumsi sesuatu yang tidak ia ketahui campurannya mengandung obat perangsang,” terangnya.

Yeni mengimbau kaum hawa agar lebih waspada terhadap modus pelaku pejahatan pemerkosaan. Selektif mengkonsumsi sesuatu atau memperkuat insting adalah bagian dari tindakan pencegahan dini menjadi korban kejahatan seksual.

“Bukan terangsang kemudian hilang kesadaran, tapi yang ini luar biasa membahayakan. Terangsang adalah keinginan birahi yang ingin disalurkan. Ini ketakutan yang memprihatinkan, zaman semakin canggih dan yang jadi korban adalah perempuan. Harus lebih waspada dan jangan mudah tergoda dengan tawaran ini dan itu,” tukasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

About Me